Kenapa kata "cinta" selalu dilanjutkan dengan kata "kasih", dan bukan "minta"'?
Sebetulnya sudah jelas kalau kita cinta kepada seseorang ataupun sesuatu maka ekspresi yang kita sampaikan adalah memberi dan bukan meminta.
Dan kalau kita perhatikan dengan kondisi masyarakat ataupun kejadian dilingkungan sekitar kita dimana pada saat sedang frustasi, kecewa, hal yang sering timbul adalah kebencian dan mau membalas dendam ataupun hal - hal negatif lainnya.
Kenapa hal ini bisa timbul, saya kadang heran dan tidak habis pikir. Apakah dengan balas dendam dan membuat orang lain susah akan menyelesaikan masalah atau memuaskan kita? Mungkin sesaat saja.
Kenyataannya setelah membalas dendam , malah membuat keadaan menjadi lebih tidak nyaman bagi kedua belah pihak dan pihak lainnya.
Kadang alasan yang diberikan untuk melakukan itu semua, menggelikan saya. Untuk mencari keadilan dan kebenaran. Keadilan dan kebenaran yang bagaimana?
Menurut saya semua hal dapat di selesaikan dengan damai , apabila adanya keterbukaan dan pengertian. Tidak merasa saya lebih benar yang lain salah. Hal ini perlu kedewasaan berpikir dan bertindak.

1 komentar:
Memang masih banyak orang yang dalam proses menuju kedewasaan secara mental dan emosi walaupun dari segi usia mereka sudah termasuk 'dewasa'.
Ada orang bijak berkata bahwa membenci dan mendendam adalah seperti minum racun tetapi mengharapkan orang lain yang mati. Membenci dan membalas dendam sebenarnya hanya akan meracuni diri sendiri dan bukannya orang yang dibenci. Terkadang mereka justru kelihatan lebih sehat karena yang membenci minum racun yang terus merusak dirinya sendiri.
Stop minum racun kebencian dan mulailah minum suplemen cinta kasih (produk terbaru DSS?)!
Posting Komentar