Senin, 09 Juni 2008

Berani

Minggu lalu saya melihat acara Kick Andi di metro TV. Topik yang dibahas tentang 2 gender (Pria menjadi wanita; Wanita menjadi pria).

Saya salut dengan mereka yang berani mengambil keputusan untuk merubah status dari wanita menjadi pria ataupun sebaliknya. Dari cerita mereka tidak mudah untuk mengambil keputusan tersebut, pihak keluarga yang tidak setuju dan masyarakat yang mencemooh tentang niat mereka tersebut.

Tetapi mereka yakin bahwa dengan merubah status mereka, mereka dapat berprestasi dan berbahagia dengan identitas yang mereka rasakan sebenarnya.

Hal yang dapat saya pelajari dari acara tersebut :

  1. Keberanian untuk menunjukkan perbedaan.
  2. Kebahagiaan dan prestasi yang penuh perjuangan.

Kamis, 05 Juni 2008

Cinta Kasih

Kenapa kata "cinta" selalu dilanjutkan dengan kata "kasih", dan bukan "minta"'?

Sebetulnya sudah jelas kalau kita cinta kepada seseorang ataupun sesuatu maka ekspresi yang kita sampaikan adalah memberi dan bukan meminta.

Dan kalau kita perhatikan dengan kondisi masyarakat ataupun kejadian dilingkungan sekitar kita dimana pada saat sedang frustasi, kecewa, hal yang sering timbul adalah kebencian dan mau membalas dendam ataupun hal - hal negatif lainnya.

Kenapa hal ini bisa timbul, saya kadang heran dan tidak habis pikir. Apakah dengan balas dendam dan membuat orang lain  susah akan menyelesaikan masalah atau memuaskan kita? Mungkin sesaat saja.

Kenyataannya setelah membalas dendam , malah membuat keadaan menjadi lebih tidak nyaman bagi kedua belah pihak dan pihak lainnya.

Kadang alasan yang diberikan untuk melakukan itu semua, menggelikan saya. Untuk mencari keadilan dan kebenaran. Keadilan dan kebenaran  yang bagaimana?

Menurut saya semua hal dapat di selesaikan dengan damai , apabila adanya keterbukaan dan pengertian. Tidak merasa saya lebih benar yang lain salah. Hal ini perlu kedewasaan berpikir dan bertindak. 

Stop Making Plans, Start making decision and Action

Saya sangat antusias dan menarik apabila sedang membuat rencana. Karena ada sesuatu yang akan di tuju. Tetapi kadang hanya sampai perencanaan saja dan bila ada kendala / masalah akan mundur dan membuang rencana tersebut.

Akhir - akhir saya banyak diingatkan untuk terus melakukan tindakan/action jangan hanya sampai di perencanaan. Coba - coba dan coba lagi sehingga rencana tersebut menjadi kenyataan sesuai yang diimpikan

Selasa, 03 Juni 2008

Belajar tidak berarti terpaku pada isi buku

Saya baru saja membaca buku Kong Hu Cu - Raymond Dawson ada yang menarik dibuku ini tentang belajar. "Seorang Bangsawan adalah orang yang kalau makan tidak mengumbar nafsu makan sampai kenyang, pada waktu berada dirumah tidka mencari kenyamanan, tekun dalam perbuatan dan berhati-hati dalam perkataan, dan yang bergaul dengan orang-orang yang memiliki jalan (Tao) dan mendapat pengarahan dari mereka. Orang semacam itu dikatakan senang belajar" (A1.14)

Menurut buku ini, belajar bukan hanya untuk diri sendiri tetapi dengan pengetahuan yang di dapat dari belajar, dapat membimbing seseorang untuk menjadi lebih baik. Bukan hanya sampai disini saja, tetapi juga harus memberikan contoh dan memberikan teladan yang baik.

Hal ini mengingatkan akan guru agama saya di SMA, sewaktu kami mau lulus high school dipelajaran terakhir , dia mengingatkan / menasehati kami semua untuk selalu belajar. Belajar menurut guru saya ini bukan dari buku ataupun pada waktu sekolah/kuliah saja, tetapi juga dari sekitar kita, dan tidak ada waktu untuk selesai belajar setiap hari dan setiap waktu kalau kita perhatikan kita terus belajar. Belajar untuk menjadi lebih baik , untuk diri sendiri maupun orang-orang sekitar kita.